Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. ... (Yohanes 12: 46)



Judul Buku  :  Membajui yang Telanjang

Pengarang  :  Alberto A. Djono Moi, O Carm

Harga  :  Rp. 18.000,-

Kita di lahirkan telanjang. Dalam ketelanjangan kita masuk ke medan laga dunia. Kita berjuang untuk hidup. Agar dapat hidup, kita harus mengenakan pada tubuh telanjang kita aneka atribut seperti nama, agama, gelar status, atau kedudukan, harta, dll.

Dalam perjalanan memaknai dan mencari jati diri, kadang kita jatuh dalam situasi yang tidak menentu. Situasi ini di sebabkan oleh sikap yang menempatkan atribut-atribut jauh lebih penting ketimbang makna atau diri kita sendiri.

Tubuh di ciptakan oleh Tuhan. Atribut-atribut adalah hasil ciptaan manusia. Kita bisa mengenakannya pada tubuh kita, tetapi hendaknya tidak melekat padanya. Dengan menyadari tubuh yang tidak mengenakan apa-apa ketika lahir dan saat menghadap Sang Pencipta, kita akan menerima dan memaknai diri kita yang sesungguhnya.