Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. ... (Yohanes 12: 46)

YESUS YANG KUDUS DARI ALLAH

(Markus 1 : 24 - 25)

Orang itu berteriak: “Apa urusanMu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah!” Tetapi Yesus menghardiknya: “Diam, keluarlah dari padanya!”

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Memasuki pekan biasa pertama, pada hari ini, Injil mengajarkan kita untuk menjadi muridNya yang siap sedia menyertai Dia dalam mewartakan Kerajaan Allah. Setelah Yesus memanggil Andreas, Simon, Yakobus dan Yohanes, ketika mereka berada di tepi danau. Selanjutnya mereka menyertai Yesus mengajar dan membuat takjub karena mengusir roh jahat di dalam rumah ibadat di Kapernaum, Yesus mengajar dan membuat takjub orang-oang Yahudi, karena roh jahat pun taat kepadaNya. Sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: " Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintahNya dan mereka taat kepadaNya." Sekarang ini pun Yesus bersama kita. Ia hadir melalui sabdaNya yang penuh kuasa. Ia menyertai kita lewat Roh Kudus. Ia hadir di dalam diri sesama kita. Ia mengusir segala kuasa roh jahat. Adakah sikap takjub dalam diri kita, ketika kita mengalami kuasaNya dalam hidup kita? Atau biasa-biasa sajakah?? Karena ternyata kita tidak mampu menangkap kehadiranNya???

Saudara-saudari terkasih.

Manakah kira-kira ajaran baru yang disampaikan oleh Yesus? Sepertinya bukannya ajaranNya yang baru, tetapi cara Yesus mengatasi persoalan orang yang kerasukan roh jahat di dalam rumah ibadat itu yang baru. Orang yang kerasukan roh jahat itu datang ke rumah ibadat dan ingin mendekati Yesus. Ia bikin gaduh, ia bikin rusuh. Biasanya orang seperti ini akan disingkirkan oleh komunitas atau masyarakatnya. Namun Yesus melakukan proses "healing approach" atau "pendekatan yang menyem buhkan".  Di dalam lingkungan hidup kita, keluarga kita, tempat kerja kita,  selalu ada orang yang mengalami sakit siosial dan moral mau pun politik; dan hal ini sering mengganggu kehidupan bersama kita. Cara yang  sering dilakukan oleh banyak orang adalah menyingkirkan orang itu, akibatnya penyakitnya menjadi semakin parah dan lebih mengganggu. Cara yang dilakukan oleh Yesus menyembuhkan orangnya dan menghilangkan sumber penyakitnya.

Saudara-saudari terkasih.

Pada hari ini, juga disajikan kepada kita kisah kelahiran Samuel. Ada seorang lelaki namanya Elkana. Ia mempunyai dua orang isteri bernama Penina dan Hana. Penina mempunyai anak, sedang Hana tidak mempunyai anak.. Sampai berusia tua, Hana tidak mempunyai anak. Ia sangat sedih, maka dalam doa-doanya ia selalu memohon seorang anak kepada Tuhan. Pada usia tuanya Hana melahirkan seorang anak laki-laki. Diberinya nama Samuel, sebab katanya: "Aku telah menintanya kepada Tuhan." Dalam puji-pujian yang didaraskan, Hana menyatakan: "Hatiku bersukaria karena Tuhan. Tuhan itu Allah yang Mahatahu dan oleh Dia perbuatan-perbuatan kita diuji..." Kita belajar dari cara Hana menyikapi kesedihan-kesedihannya. Penderitaannya selama bertahun-tahun menanggung penghinan dan rasa malu. Karena ia belum juga melahirkan anak. Bagi seorang wanita yang mandul, adalah sebuah tekanan berat dalam hidupnya. Hana memilih Tuhan yang menjadi sandaran hidupnya, bukan suaminya, bukan saudaranya, juga bukan siapa pun. Dalam hidup sehari-hari, kita  frustrasi, karena ada persoalan yang menekan batin kita. Dan tidak jarang kita menjadi putus asa dan patah semangat.

Saudara-saudari terkasih.

Dalam hidup sehari-hari, ada banyak hal yang membuat kita tersesak, putus asa, patah semangat, frustrasi, tidak menemukan jalan keluar. Bacaan dari Kitab I Samuel 1: 20b mengenai Samuel, anak laki-laki yang dimintanya kepada Tuhan. Dan itu dikuatkan dengan Nyanyian Pujian Hana yang menyebutkan: "Hatiku bersukaria karena Tuhan. Tuhan itu Allah Yang Mahatahu dan oleh Dia perbuatan-perbuatan kita diuji..." Hana berlari dan mengeluh kepada Tuhan, dalam sedih hati Hana menyerahkan segala kesedihannya kepada Tuhan. Adakah kita berani meneladani Hana dalam menghadapi kesulitan, permasalahan dan kesedihan? Manusia sering lupa akan janjinya kepada Tuhan, manusia juga sering alpa berbuat baik pada sesamanya. Banyak wanita pada masa sekarang ini pun mengalami kepedihan seperti yang dialami oleh Hana. Mereka sudah lama menikah, sudah lebih dari sepuluh tahun menikah; namun tidak segera mendapatkan anak. Tidak jarang kata-kata serta pertanyaan basa-basi seperti: "Sudah punya anak belum? Ayo dikebut dong, biar cepat nggendong anak! " Dari kata-kata yang halus sampai pada kata-kata yang berseloroh sering kita dengar, bahkan kita ucapkan sebagai penyemanagat.

 

REFLEKSI:

Apakah dalam hidup ini kita selalu berpihak pada kasih dan kesetiaan; ataukah justru kita menodai kasih dan kesetiaan?

 

MARILAH KITA BERDOA:

Tuhan Yesus, mampukanlah kami untuk selalu mewartakan kasih, keadilan, kebenaran dan damai sejahteraMu kepada sesama kami. Dan apabila ternyata pada suatu hari kami datang kepadaMu membawa segala penderitaan dan permasalahan hidup kami, sudilah menolong kami, ya Yesus... Doa ini kami persembahkan dalam namaMu, Tuhan dan Penyelamat kami, Amin.

 

LUMEN NO     :  9289