Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. ... (Yohanes 12: 46)

TERGERAK OLEH BELAS KASIHAN

(Markus 8 : 2a.)

Yesus memanggil murid-muridNya dan berkata: “Hatiku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka tidak mempunyai makanan.”

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Yesus menjelaskan kepada para muridNya: "Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengn lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh." Kutipan dari Injil Markus yang kita terima hari ini, memberikan inspirasi yang sangat berbeda dengan perilaku para penguasa pada umumnya. Hati Yesus tergerak oleh belaskasihan melihat orang banyak yang mengikutiNya sedang kelaparan. Hari ini kita banyak belajar dari Yesus, Kita belajar untuk peduli terhadap sesana serta belajar semangat berbagi. Inilah yang perlu kita renungkan di tengah ketidak pedulian penguasa dewasa ini. Kiranya bukan hal yang tidak diketahui lagi oleh banyak orang, bahwa tingkah laku para penguasa dan tokoh, termasuk yang ada di negeri ini kurang peka, bahkan tidak peka terhadap nasib orang-orang keil, orang-orang miskin di negeri ini. Mereka tampaknya sangat memperhatikan dan berniat mengentaskan mereka dari penderitaanya, namun ternyata itu hanya terjadi sewaktu mereka mencari suara serta dukungan agar memilih dirinya.

Saudara-saudari terkasih.

Saat kampanye Pemilu mereka ramai-ramai mengunjungi pasar-pasar tradisional. Mereka blusukan ke pemukiman yang kumuh, yang dijejali oleh orang-orang kecil dan miskin. Di tempat-tempat seperti itulah mereka ingin menuai dan mendulang hati rakyat, yang kemudian direrimanya sebagai mandat, untuk mengentaskan mereka  dari segala penderitaannya. Mereka menjual kecap, mereka mengobral  janji, mereka melakukan aksi penuh "setingan", makan nasi bungkus bersama orang kecil lagi miskin. Namun ketika mereka sudah mencapai tujuan, jadi pemimpin dan wakil rakyat; janji-janji mereka lupakan. Katanya:  "Itu kan janji, Itu bukan program kerja." Ternyata semua itu hanyalah reka-rekaan, akal-akalan untuk mendapat dukungan demi meraih jabatan dan kekuasaan. Berbeda sekali dengan Yesus. Yesus menyediakan sendiri makanan untuk orang-orang kecil lagi miskin yang lapar, yang membutuhkan makanan. Dengan lima roti jelai dan dua ekor ikan, memberi makan lima ribu orang, belum yang anak-anak dan para perempuan.

Saudara-saudari terkasih.

Belaskasih terlah menjadi motivasi Bagi Yesus untuk melakukan misiNya. Rasa belaskasih mendorong Yesus bertindak menyelamatkan orang-orang yang menderita, menyembuhkan yang sakit, menghidupkan yang mati. Berbalaskasihan terhadap pengikutnya yang kelaparan telah mendorong Yesus melakukan tidakan yang tepat untuk memberi makan mereka. Kita sering menyaksikan penderitaan dan kesudahan orang lain. Hal itu bukan karena kesalahan mereka sendiri. Melainkan karena kondisi sosial, mereka menjadi korban kekerasan, pelecehan, pertarungan politik, korban perceraian suami isteri. Dalam situasi seperti ini mereka membutuhkan uluran tangan kita yang mempunyai perhatian. Hati yang berbelaskahan tentunya tidak memksa kita untuk berbuat yang di luar kemampuan kita. Tetapi menurut kemampuan dan menurut ukuran masing-masing. Setiap pemberian, betata pun kecilnya atau sedikitnya, tetap berguna bagi yang  membutuhkan.

Saudara-saudari terkasih.

Sudah tiga hari mereka terus-menerus mengikuti Yesus, mereka tidak mempunyai makanan lagi, bahkan ada yang mulai kelaparan. Itulah yang membuat hati Yesus tergerak oleh belaskasihan, dan mendorongnya untuk berbuat secara nyata menyelamatkan mereka. Agar jangan sampai jatuh sakit di tengah perjalanan pulang ke rumahnya. Kekhasan orang Kristiani, orang Kristen dan Katolik tidak terletak pada aktivitas rajin ke gereja, memakai kalung salib atau rosario, mengikuti retret, rekoleksi serta seminar kebangkitan rohani. Melainkan apakah orang tersebut memiliki rasa belaskasihan terhadap sesamanya? Kekuatan serta keistimewaan orang Kristiani adalah mengolah yang di mengikuti Ibadat di gereja, menjadi kekuatan yang mampu membuat kita menjadi semakin mampu berbelaskasihan pada sesama. Terutama orang-orang kecil dan orang-orang miskin yang ada di sekitar kita. Mungkin mereka adalah tetangga kita, mungkin mereka adalah kenalan kita, mungkin pula mereka yang tidak kita sukai dan yang tidak menyukai kita. Namun semuanya perlu kita doakan. Kita diutus secara pribadi oleh Yesus menjadi saudara-saudari mereka serta mengasihi mereka. Bersediakah diri kita?

 

REFLEKSI:

Maukah kita mengorbankan diri kita, untuk kesejahteraan serta keselamatan orang-orang kecil dan orang-orang miskin?

 

MARILAH KITA BERDOA:

Tuhan Yesus, syukur bagiMu, sebab Engkau menjamin kesejhateraan rohani kami melalui sakramen Ekaristi. Semoga kami dapat senantiasa menimba kekuatan dari padaMu sendiri di dalam membangun sikap belaskasihan, karena kami sendiri mengalami sulit dan beratnya, ya Yesus... Doa ini kami persembahkan dalam namaMu, Tuhan dan Penyelamat kami. Amin.

 

LUMEN NO     :  9320