Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. ... (Yohanes 12: 46)

HARI ORANG SAKIT SEDUNIA

(Markus 1 : 40 - 41)

Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, katanya: “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.” Lalu Yesus mengulurkan tanganNya, menja mah orang itu dan berkata kepadanya: “Aku mau, jadilah engkau tahir.”

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin

Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Pentahiran adalah suatu keadaan yang menggambarkan kesembuhan dari penyakit, sehingga menjadikan seseorang merasakan pemulihan yang menyegarkan jiwanya. Keadaan semacam inilah yang dirindukan oleh setiap orang. Setiap orang badannya sehat. Orang Israel menganggap bahwa penyakit kusta merupakan kutukan karena dosa  dan merusak inti kehidupan. Perlakuan terhadap orang sakit kusta sangat tidak adil. Ia dibuang, diusir, harus tinggal di hutan, harus berpakaian compang-camping dan harus menutupi wajahnya. Kalau ada orang di didekatnya, si kusta harus menyerukan : "Najis, najis, najis." Mereka juga tidak boleh mengikuti ibadat, karena dianggap tidak bersih untuk masuk ke tempat suci. Tetapi sikap Yesus, ketika berhadapan dengan orang sakit kusta sungguh sangat berbeda. Yesus tidak mengusir atau menjauhinya. Yesus justru menggerakkan tanganNya ke arah orang kusta itu dan menyentuhnya. Yesus tidak takut "ketularan" sakit kustanya. Yesus mentahirkan orang kusta itu. Yesus memenuhi kerinduan hatinya.

Saudara-saudari terkasih.

Sebagai seorang Prodiakon Paroki, saya bersyukur  bertugas mengirim komuni untuk orang sakit. Untuk menjalankan tugas menerimakan komuni  di dalam Perayaan Ekaristi di gereja, maupun mengirim komuni orang sakit di rumah atau pun di rumah sakit, memerlukan persiapan. Pertama persiapan fisik, menyangkut masalah kesehatan. Cukup tidur, penampilan yang pantas, berpakaian rapi. Kedua persiapan psikis, tenang, hormat dan sabar. Ketiga persiapan batin atau hati. Meliputi: soal rohani, iman serta doa pribadi. Mengirim komuni orang sakit merupakan panggilan suci yang merupakan karunia berlimpah. Kita yang lemah da tak layak boleh melayani Tuhan Yesus yang ingin menjumpai dan hadir pada umatNya yang sedang menderita sakit. Komuni orang sakit menjadi cara kehadiran Tuhan Yesus yang mengasihi orang sakit. Berbahagialah kita para Prodiakon Paroki, karena kita diperbolehkan melayani Yesus dan orang  yang sakit.

Saudara-saudari terkasih.

Hari ini Gereja Katolik memperingati Hari Orang Sakit Sedunia. Gereja mengundang umatNya untuk mendoakan para penderita sakit, agar dianugerahi kesembuhan dan menjadi sehat. Pada suatu hari, Yesus bersama para muridNya datang ke Genesaret. Berbondong-bondong orang datang kepada Yesus, mereka membawa orang-orang sakit. Mereka ingin mendapatkan kesembuhan dari Yesus, meski hanya dengan menyentuh jubahNya. Iman yang sangat sederhana. Mereka percaya kepada Yesus, mereka mengharapkan Yesus akan menyembuhkan dirinya. Tidak semua orang beriman memiliki iman sesederhana itu. Ada banyak orang yang memiliki iman yang rumit, yang memikirkan hal, banyak perkara serta banyak pertimbangan dan terlalu mengunakan logikanya dalam imannya kepada Tuhan. Bahkan ada pula yang meraguikan Tuhan. Yakinlah bahwa Yesus pasti akan memberikan penyem buhan berbagai macam penyakit apa pun yang kita derita. Bila kita memang memiliki iman sekecil apa pun, sekali pun hanya sebesar biji sesawi, yang sangat kecil. Yesus pasti mengabulkan doa kita.

Saudara-saudari terkasih.

Sering kita menimpakan kesalahan kepada orang lain sebagai penyebab kesulitan, sakit dan penyakit dalam diri kita. Padahal kita punya tanggungjawab untuk memilih makanan serta minuman yang membuat badan kita menjadi lebih sehat dan kuat. Kita tidak bisa mengubah yang ada di luar kita. Misalnya: polusi udara, polusi  air, polusi suara. Hari ini, tanggal 11 Pebruari, Gereja memperingati Hari Orang Sakit Sedunia. Gereja memberi perhatian pada semua orang sakit di dunia da. Kita bisa meneladani Bunda Maria, menjadi sumber penghiburan dan harapan bagi orang-orang yang sakit. Kata-kata kita, perbuatan kita bisa menjadi penyembuh bagi banyak orang. Biasanya ada kegiatan mengunjungi saudara-saudari kita yang sedang sakit, kita datang ke rumah mereka, kita berikan penghiburan dan buah tangan. Kita doakan mereka agar diberi kesembuhan dan kesehatan yang baik oleh Tuhan. Dan Prodiakon, bisa mengirim komuni bagi yang sakit, yang tidak bisa ke gereja.

 

REFLEKSI:

Apakah iman kita sudah murni dan kita pun sungguh percaya bahwa Tuhan Yesus, bisa menyembuhkan sakit kita?

 

MARILAH KITA BERDOA:

Tuhan Yesus, berilah kami hati seperti hatiMu sendiri, yang selalu peduli pada yang menderita sakit. Biarlah kata-kata, pikiran dan perbuatan kami mampu menumbuhkan harapan bagi orang yang menderita sakit. Dan murnikanlah iman kami,  agar semakin percaya kepadaMu, ya Yesus... Doa ini kami persembahkan dalam namaMu, Tuhan dan Penyelamat kami. Amin

 

LUMEN NO     :  9321