Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. ... (Yohanes 12: 46)

ORANG FARISI MENUNTUT TANDA

(Markus 8: 12)

Maka mengeluhlah Yesus dalam hatiNya dan berkata: “Mengapa angkatan ini meminta tanda? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberi tanda.”

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Rogh Kudus. Amin.

Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Firman Tuhan hari ini mengisahkan bagaimana Yesus mengeluh dalam hatiNya akan ketidak mampuan orang-orang Farisi untuk mengenal tanda. Mereka meminta tanda kepada Yesus, padahal Yesus telah membuat banyak tanda-tanda, namun mereka menutup mata serta hati mereka terhadap tanda dan mukjizar yang dilakukan oleh Yesus. Oleh karena itu Yersus sekali-kali tidak akan memberikan tanda kepadsa mereka. Mukjizat dan kebaikan Tuhan setiap hari kita alami sebenarnya. Seperti misalnya: nafas kehidupan, kesehatan, pekerjaan, keluarga, cinta sesama adalah mukjizar-mukjizat dan tanda-tanda cintakasih Tuhan untuk kita. Firman Tuhan hari untuk mengundang kita untuk membuka mata dan hati kita akan cintakasih Tuhan bagi kita semua. Tanda-tanda itu cukup jelas. Oleh karena itu kita perlu dengan rendah hati membuka mata, hati dan telinga kita. Di saat hati kita penuh kesombongan, keangkuhan serta kedegilan, kita tidak akan dimampukan untuk melihat mukjizat Tuhan yang telah kita terima dan alami.

Saudara-saudari terkasih.

Orang-orang Farisi selalu mempermasalahkan segala sesuatu yang dilakukan oleh Yesus. Maka tidaklah mengherankan bila Yesus  mengeluhkan kedegilan hati mereka. Dalam hidup harian kita pun sering membuat Yesus tidak sabar dengan kedegilan hati kita. Sudah banyak mukjizat dan tanda dibuat oleh Yesus bagi kita, tetapi kita masih saja tidak menyadari, tidak melihat serta tidak menerima itu perbuatan kuasa atau mukjizat yang dibuat oleh Yesus untuk kita. Misalnya: perbahan pribadi, watak,. kela kuan serta perbuatan seseorang dari yang tidak baik menjadi baik. Perubahan pribadi serta watak tidak berlangsung secara instan, melainkan memerlukan proses dan mema kan waktu. Semua orang menginginkan agar negeri ini aman, tenteram, rukun, bersatu, sehati dan sepikiran mempertahankan NKRI dan Panca Sila, sebagai dasar negara, yang harus dihormati dan dipertahankan. Kita "Umat Katolik" seratus prosen Indonesia! Kita seratus prosen Katolik!!

Saudara-saudari terkasih.

Sebagai pengikut Kristus dengan dilandasi iman dan kepercayaan yang kuat akan menghasilkan ketekunan. Dalam pengalaman hidup sehari-hari, sering kita mengeluh terhadap situasi yang tidak menyenangkan. Seperti misalnya: ada anggota keluarga yang meninggal, kena PHK, anak laki-laki kecanduan narkoba,anak  perempuan hamil sebelum menikah. Biasanya tanpa sadar kita mengeluh, mengapa Tuhan memberikan cobaan tanpa henti? Kita lupa bahwa setiap pengalaman yang Tuhan berikan tentu memiliki maksud yang baik. Tuhan menghendaki agar kita kuat dan bertahan dalam situasi apa pun berkat salib Kristus. Apa pun bentuknya pencobaan itu Tuhan selalu mengingatkan agar kita tetap percaya bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita. Tetapi Ia selalu menyertai kita. Kita percaya dalam situasi apa pun kita akan tetap percaya bahwa: Tuhan selalu menyertai, kita, melindungi dan membantu kita. Marilah kita mengingat pengalaman yang menyenangkan mau pun yang tidak menyenangkan. Marilah pula kita hadirkan Tuhan dalam setiap peristiwa itu. Dan kita maknai, maksud Tuhan dengan peristiwa-peristiwa itu!

Saudara-saudari terkasih.

Selama kita masih hidup di dunia ini, persoalan akan selalu ada. Masalah sepertiya datang silih berganti dan sering membuat kita merasa tidak mampu menghadapi semuanya. Kalau kita berpikir bahwa hidup tanpa masalah, pola pikir itu salah. Santo Yakobus menasehatkan: "Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apa bila kamu jatuh dalam berbagai-bagai pencobaan." (Yak.1:2.) Orang-orang Farisi meminta supaya Yesus memberikan tanda kepada Yesus. Tetapi Yesus menolak memberikan suatu tanda, karena Yesus mengetahui bahwa mereka tidak memiliki niat yang sungguh untuk mengenal Yesus. Sekali pun sudah melihat tanda-tanda yang sudah dibuat oleh Yesus, akan tetaoi hati mereka tetap keras dan tertutup. Dalam hidup ini, kita sering melihat tanda-tanda. Namun sesungguhnya kita beriman bukan pertama-tama karena tanda-tanda, melainkan karena sabda Yesus. SabdaNya  adalah: "jalan, kebenaran dan hidup."

  

REFLEKSI:

Apakah kita mengimani Yesus karena "tanda-tanda" yang telah kita, ataukah lebih karena "sabda" Tuhan Yesus?

 

MARILAH KITA BERDOA:

Tuhan Yesus, ampunilah kami karena meminta tanda kepadaMu, bahwa Engkau men dengarkan doa kami, bahwa Engkau mencintai kami dan bahwa Engkau mau mengabulkan doa kami. Kuatkanlah kami setiap kali menghadapi godaan  berbuat yang tidak baik dan tidak terpuji, ya Yesus... Doa ini kami persembhkan dalam namaMu, Tuhan dan Penyelamat kami. Amin


 

LUMEN NO     :  9322