Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. ... (Yohanes 12: 46)

BERJAGA-JAGALAH DAN AWASLAH

(Markus 8 : 15)

Lalu Yesus memperingatkan mereka, kataNya: “Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.”

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Yesus menegur para murid ketika mereka membiracakan soal roti yang mereka bawa. Yesus mengingatkan mereka akan bahaya ragi ortang Farisi dan ragi Herodes. Para murid menangkap bahwa itu berhubungan dengan roti yang mereka bawa. Dan mereka makan. Yesus mengharapkan agar para murid tidak cemas dan gelisah. Yesus lebih mengharapkan agar para murid berjaga-jaga dan awas terhadap ajaran dan pengaruh dari orang Farisi dan percaya bahwa bahwa ketika Yesus berada di tengah-tengah mereka tidak perlu cemas dan khawartir akan apa pun, apa lagi hanya soal makanan dan minuman.Yesus menegur mereka , karena mereka tidak paham perbuatan besar yang dilakukan Yesus selama ini. Hidup kita sering dipenuhi dengan beban berat, berupa kecemasan dan kekuatiran. Tambah parah lagi, karena yang kita kuatirkan itu sesuatu yang belum terjadi. Namun itu telah membebani pikiran dan kehidupan kita. Hari ini kita diingatkan agar kita percaya dan yakin akan penyertaan Tuhan, kita tidak perlu cemas, gelisah dan  takut lagi.

Saudara-saudari terkasih.

Seringkali dalam hidup ini kita meragukan  penyertaan Tuhan. Tuhan telah menganuge rahkan kepada kita yang kita butuhkan dalam hidup sehari-hari. Kita sering pula menuntut pada Yesus agar memberikan bukti bahwa Ia mencintai kita, memperhatikan kita dan mau mengabulkan doa kita. Tuhan Yesus hnya menginginkan satu hal dari kita yaitu agar kita percaya kepadaNya. Orang Farisi dan Herodes adalah orang-orang yang kerap mewartakan keburukan orang lain dan menganggap dirinyalah yang benar, yang baik dan yang patut ditiru. Kita sering terperangkap pada pikiran, sikap serta perilaku yang tidak percaya pada Penyelenggaraan Allah. Yesus mengingatkan kita agar kita punya pikiran positif pada orang lain. Walaupun kita juga harus tetap selalu berjaga-jaga, berhati-hati, awas dan waspada. Dan kita selalu mewartakan kebaikan dan kemurahan Tuhan pada sesama yang kita jumpai. Kita doakan orang-orang yang kita kasihi dan  yang kita sayangi, sebaliknya kita pun mendokan mereka yang tidakl kita sukai dan tidak senang kepada kita.

Saudara-saudari terkasih.

Orang-orang Farisi selalu mempermasalahkan apa pun yang dilakukan dan dikatakan oleh Yesus. Padahal Yesus sudah banyak melakukan kebaikan-kebaikan dan menyelamatkan banyak orang.  Tetapi lagi-lagi orang Farisi belum puas dan percaya akan kesaksian Yesus. Maka tidaklah mengherankan bila Yesus mengeluhkan kedegilan hati mereka itu. Dalam hidup harian, kita pun tidak jarang juga membuat Yesus tidak senang dan tidak sabar pada diri kita. Karena kita tidak percaya pada belaskasih dan kuasa Yesus. Kita menuntut yang serba instan, siap saji, langsung jadi. Padahal suatu perubahan, suatu kejadian  perlu proses dan memakan waktu. Kita ingin memasukkan Tuhan dalam, hitungan dan pikiran dunia, padahal kita ini seharusnya membawa dunia masuk pada hitungan dan pemikiran Tuhan. Kejahatan manusia semakin hari semakin besar. Itulah kehidupan manusia, itulah yang terjadi dalam kehidupan di dunia dewasa ini. Kejahatan semakin tumbuh subur,  penipuan, pencurian dan korupsi makin banyak terjadi.

Saudara-saudari terkasih.

Semakin  hari orang bukannya semakin bijak dan saleh hidupnya, tetapi malah semakin lepas dan dan tak terkendali. Kasih tidak lagi mereka kenal dan lakukan. Hidup menjadi sebuah persaingan. Siapa kuat menang, siapa lemah kalah. Dalam situasi seperti itu, Tuhan mengharapkan  agar kita awas dan waspada. Jangan sampai kita mudah dihasut untuk turut serta melakukan kejahatan. Mereka melakukan kejahatan karena terpaksa, karena terdesak oleh kebutuhan untuk mencari nafkah bagi keluarganya, untuk isteri dan anak-anaknya. Kadang orang berbuat jahat karena mereka tidak tahan terhadap yang mereka alami. Kemiskinan membuat mereka berani mencuri, perselisihan membuat orang marah dan kehilangan akal sehat. Tuhan mengharapkan agar kita tetap bersikap baik dan benar, Tuhan sendiri akan mendam pingi dan melindungi kita. Tuhan akan selalu menyertai kita, mendampingi kita dan memenuhi segala kebutuhan kita. Sehingga kita bisa hidup secara layak serta mampu mengasihi sesama dan Tuhan. 

 

REFLEKSI:

Apakah selama ini kita sungguh sudah berjaga-jaga dan awas terhadap ragi dunia yang ditebar oleh roh jahat?

  

MARILAH KITA BERDOA:

Tuhan Yesus, ampunilah kami yang kerapkali tidak mengerti akan makna kehadiranMu selama ini. Banyak hal Engkau tunjukkan kepada kami, tetapi seringkali kami menutup  mata hati serta budi kami, sehingga kami tidak mampu memahami dan mensyukuri rahmatMu, ya Yesus... Doa ini kami persembhkan dalam namaMu, yang Kudus Tuhan dan Penyelamat kami. Amin.

 

LUMEN NO     :  9323