Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. ... (Yohanes 12: 46)

YESUS MENAMPAKKAN DIRI

(Lukas 24 : 46)

Kata Yesus kepada mereka: “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga.”

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Kehadiran Yesus secara tiba-tiba di tengah para murid yang sedang membicarakan diriNya, membuat para murid terkejut dan takut. Bahkan menyangka Yesus itu hantu. Namun suasana terkejut dan takut itu segera sirna, setelah Yesus menunjukkan tangan dan kakiNya, bahkan meminta mereka agar meraba tangan dan kakiNya, juga meminta makan dan memakannya di depan mereka. Kehadiran Yesus melepaskan mereka dari ketakutan, kebimbangan, keraguan. Mereka menjadi sadar bahwa mereka tidak bermimpi, tidak berhalusinasi; tetapi sungguh-sungguh bahwa Yesus menderita sengsara, disalib, wafat dan pada hari ketiga Yesus bangkit dari mati. Kini Yesus hidup kembali dan hadir secara nyata. Pengalaman para murid ini begitu penting karena memberi pencerahan, memberi inspirasi, sebagai pengalaman rohani yang sejati, yang tidak bertentangan dengan Kitab Suci dan ajaran Gereja. Dan bebas dari kebimbangan serta aman dari kesesatan.

Saudara-saudari terkasih.

Sepanjang masa Paskah ini, kita selalu mendengarkan kisah Yesus yang bangkit dan menampakkan diri kepada para murid. Setiap kali Yesus hadir, Ia menyampaikan salam sejahtera, salam damai. Kebangkitan Yesus jelas kaitannya dengan damai sejahtera yang dibawaNya. Damai sebagai buah dari perjalanan dan perjuangan Yesus untuk membebaskan manusia dari dosa. Damai itu sungguh dialami, bukan hanya dirasakan oleh para murid Yesus. Inilah sukacita manusia, termasuk kita orang Kristiani, murid dan pengikut Yesus Kristus; kita hidup dalam suasana damai sebagai anak-anak Allah dan saudara-saudari Yesus. Damai sejahtera yang dibawa Yesus perlu kita sambut dengan sukacita, dengan hati yang terbuka. Keselamatan akan terjadi jika kita menerima dan menyambutnya dengan sukacita dan dengan hati terbuka. Marilah kita sambut kehadiran Yesus tidak dengan terpaksa, tidak harus. Kita bebas. Kita bisa menerima atau menolaknya. Menerima damai sejahtera Yesus, kita bersatu dengan Yesus. Kita mengalami kedamaian dan ketenangan yang diberikan sendiri oleh Tuhan Yesus.

Saudara-saudari terkasih.

Sungguh menyedihkan bahwa banyak orang di dunia ini telah ikut arus dunia dengan meninggalkan Tuhan. Oleh sebab itulah, kita melihat berbagai melapetaka yang melanda dunia kita sekarang. Itu semua karena manusia menjauh dan Tuhan dan mencari kesenangan serta keinginannya sendiri. Kita bisa melihat, mendengar dan membaca sendiri dalam tayangan di televisi, mendengar dari radio serta membaca di surat kebar. Betapa banyak orang terlibat masalah penyimpangan, ketidak jujuran, penipuan, pembohongan serta akal-akalan yang tidak rasional, tidak masuk akal sehat. Berapa banyak para koruptor setiap kali hendak disidang atau diadili mangkir. Tidak datang dengan alasan sakit atau ada kegitan yang tak bisa ditinggalkan. Betapa sang pengacara sibuk mencari dalih serta alasan serta mewakilinya hadir di pengadilan dan menyampaikan keterangan yang sering tidak masuk akal, karena itu hanyalah akal-akalan yang tidak masuk akal. Manusia menjauhkan diri dari Tuhan, dari kebenaran, dari kejujuran  dan dari damai sejahtera Yesus. Berbagai kejadian buruk terjadi, bukan karena hukuman Tuhan, namun karena manusia menolak damai yang dibawa dan diberikan oleh Tuhan Yesus.

Saudara-saudari terkasih.

Para murid yang menyaksikan penampakan ini tidak langsung percaya. Mereka terkejut, takut, bimbang, ragu-ragu. Yesus menegaskan bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Dia dalam kitab Taurat Musa, kitab nabi-nabi dan Kitab Mazmur: "Mesias harus menderita, disalib, wafat dan bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga. Perjuangan dan pengurbanan merupakan bagian utuh dari keberhasilan dan kebahagiaan. Barangsiapa ingin berhasil dan bahagia, harus gigih berjuang dan berani berkurban. Dalam nama Yesus Kristus berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, kepada semua orang. Yesus Kristus yang Kudus dan Benar telah ditolak. Dia adalah Sang Pemimpin telah dibunuh. Dia yang adalah Mesias harus menderita. Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati.

REFLEKSI:

Apakah kita juga terkejut dan merasa takut setiap kali kita mendengar suara dan wajah Yesus melalui sesama kita?

MARILAH KITA BERDOA:

Tuhan Yesus, ajarilah kami menerima segala sesuatu yang tidak kami pahami, semoga hati kami digerakkan oleh kekaguman akan kasihMu. Berilah kami kepercayaan yang teguh bahwa setiap pengorbanan kami yang tulus akan mengantar kami pada kebahagiaan sejati, ya Yesus... Doa ini kami persembahkan dalam namaMu, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

 

 

 

 

 

LUMEN NO     :  9384