Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. ... (Yohanes 12: 46)

TINGGALAH DI DALAM KASIHKU

(Yohanes 15: 9 - 11)

Yesus bersabda: “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu, tinggalah di dalam kasihKu itu. Semua itu Kutakan kepadamu, supaya sukacitaKu ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.”

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Tuhan Yesus mengundang kita untuk tinggal di dalam kasihNya. Kita diundang untuk mengalami kemurahanNya. Kita diundang merasakan belaskasihNya. Tinggal di dalam kasihNya, kita mengalami penebusanNya. Tinggal di dalam kasihNya kita mengalami damai sejahteraNya. Tinggal di dalam kasihNya kita berjalan di dalam kebenaranNya. Tinggal di dalam kasihnya kita hidup kekal dalam kebahagiaanNya. (PAUSE) Marilah, kita rasakan kasihNya. Marilah kita alami  damai sejahteraNya. Marilah kita serahkan segala perkara kita. Marilah kita letakkan seluruh harapan kita hanya kepadaNya. Marilah kita persembahkan diri kita padaNya. Marilah kita imani sabdaNya. Kasih menurut Yohanes,  Rasul dan Penginjil adalah "memberi". Injil Yohanes 15: 13 menca tat: "Tiada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya."    

Saudara-saudari terkasih.

Yesus wafat, bukan karena manusia menghukum Dia, melainkan karena kasihNya kepada umat manusia. Kita mengasihi sesama kita. Kita sering memberi, namun tak jarang kita mengharapkan balasan. Mental  "do ut des."  Aku memberi supaya kamu  memberi aku. Kadang kita memberi namun dengan  dengan menggerutu. Dalam memberi kita masih jauh dari keikhlasan. Kita masih jauh dari sikap Yesus yang rela memberikan hidupNya supaya kita memperoleh hidup yang kekal. Dalam perjamuan malam bersama murid-muridNya, Yesus bersabda: "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tingglah dalam kasihKu itu." Ada sebuah Paroki, berbagi kasih pada hari-hari tertentu. Bantuan berupa "sembako" yang merupakan kebaikan dari umat yang peduli pada orang-orag yang membutuhkan. Ada  dua puluh lima bungkus sambako. Muncul masalah ketika ada sebuah keluarga yang tidak "mendapat" sembako, karena keluarga itu tidak tercantum dalam datar pembagian sembako. Tiba-tiba ada satu ibu, yang mengusulkan agar  jatah sembakonya diberikan saja kepada keluarga itu    

Saudara-saudari terkasih.

Tuhan Yesus mengundang kita tinggal di dalam kasihNya. Inilah undangan yang menyelamatkan. Siapakah kita ini, sehingga diundang untuk tinggal di dalam kasihNya? Apakah artinya tinggal di dalam kasihNya? Tinggal di dalam kasihNya berarti kita bersatu dengan Yesus yang mengasihi kita. Yesus lebih dahulu mengasihi kita sebelum kita mengenalNya dan mengasihiNya.  Percaya atau tidak, bila kita tiggal di dalam kasihNya, hidup kita akan terjamin. Oleh kasihNya. Ia tidak pernah menolak kita. Kasih manusia bisa berubah menjadi benci, namun kasih Yesus tidak pernah berubah. Bahkan ketika kita tidak setia, jatuh dalam dosa dan tindakan menyimpang: berbohong, menipu, mencuri dan korupsi. Ia tetap setia menerima dan mengampuni kita. Tinggal di dalam kasihNya, tidak akan membuat kita sakit hati, tersinggung dan luka batin kita! Sebab Yesus sendiri akan menanggungNya dengan iklas dan setia. Sadarkah kita bahwa kita ini menerima tugas dari Bapa untuk menyelamatkan sesama  dari dosa dan kematian?? 

Saudara-saudari terkasih.

Begitu banyak kata "tinggal" dan "kasih" dalam teks Injil yang kita terima dan renungkan hari ini. Namun, apa maksud dan tujuannya Yesus mengatakan hal ini kepada kita? Kata "tinggal" dimaksudkan agar hidup kita selaras dengan hidup Yesus. Kita dapat mengenal keidupan Yesus lebih dekat Ia mau hidup kita meneladanNya, yang selalu mengasihi sesamaNya. Kita bisa menerjemahkan kata kasih pada perbuatan kita bagi keluarga kita. Seorang Bapak meluangkan waktu  medampingi anak-anak mengerjakan Pekerjaan Rumah. Itulah kasih. Seorang ibu sudah bangun pada jam tiga pagi, kemudian mempersiapkan pakaian seragam, buku-buku dan alat tulis anak-anaknya. Itulah kasih. Seorang gadis berdandan cantik menyambut kedatangan kekasihnya, untuk pergi mengikuti misa. Itulah kasih. Seorang pemuda mengisi penuh dompetnya dengan uang, untuk makan malam setelah ikut misa. Itulah kasih. Kita bisa berbuat kasih, meski itu hanya tidak banyak, meski hanya sedikit.  Biarlah Tuhan Yesus sendiri yang melipat gandakanNya.    

  

REFLEKSI:

Bersediakah kita menjadi pelaku kasih Yesus dan tinggal dalam kasihNya, meski kita "dilawan dan ditolak" orang?  

MARILAH KITA BERDOA:

Tuhan Yesus, syukur atas kasih yang Kaulimpahkan kepada kami, bahkan Engkau mengundang kami tinggal di dalam kasihMu. Semoga dengan tinggal di dalam kasihMu kami semakin mampu berbagi kasih pada sesama kami, jadikanlah kami pelaku kasihMu, ya Yesus.... Doa ini kami persembahkan dalam namaMu yang Kudus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

  

  

  

  

  

 

LUMEN NO     :  9405