Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. ... (Yohanes 12: 46)

BERTEKUN DALAM IMAN

(Yohanes 16: 1. 4a.)

Yesus berkata: “Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kece wa dan menolak Aku. Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apa bila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.”

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Yesus menyadarkan kita, bahwa untuk mencapai persatuan dan kebahagiaan bersama Allah tidaklah mudah. Iman kita perlu dididik, diuji, dimurnikan dengan: tantangan, kesulitan, kesusahan, penderitaan, kebencian dan penolakan. Yesus sendiri telah memberikan teladan. Namun setelah melalui salib, kematian tubuh dan jiwa dicemerlangkan dengan kebangkitan. Inilah yang kita tuju, bangkit bahagia bersama Allah dalam kemuliaanNya. Kalau kita sadar, bahwa kita berjalan bersama Dia, apa yang perlu kita takutkan? Ada cerita, seseorang bermimpi berjalan bersama Tuhan. Dia melihat dua pasang jejak kaki berjalan beriringan. Namun lama kelamaan ketika dia sangat kelelahan dia melihat hanya ada sepasang telapak kaki. Dia merasa sendirian, ditinggalkan oleh Tuhan, lalu dia bertanya: "Tuhan, mengapa  Engkau tinggalkan aku? Tuhan menjawab: "Jangan salah anakKu, kamu tidak aku tinggalkan, kamu tidak jalan sendirian! Yang kau lihat itu jejak kakiKu, kamu Aku gendong. karena Aku tidak ingin kamu kelelahan dan jatuh."

Saudara-saudari terekasih.

Cerita tersebut menyingkapkan betapa Tuhan Yesus sangat mengasihi kita, meski pun kita merasa sendirian, tapi sebenarnya Tuhan Yesus sangat peduli akan penderitaan kita dan Dia membebaskan kita dari penderitaan yang lebih berat, kita kelelahan. Semakin kita ingin bersatu dengan Allah, semakin jiwa kita dimurnikan, diuji dan dikuatkan. Mari kita padukan dalam keseharian hidup kita, sudahkah berpadu, selaras dan sejalan? Apakah kita ini sudah tekun dalam berdoa dan berbuat baik pada sesama kita? Sudahkah kita tekun dan setia berbagi kasih dan  milik pada sesama? Dengan harapan agar iman kita semakin bertumbuh dan terasah serta dapat berbagi dengan tulus. Orang yang beriman atas bimbingan Roh Kudus akan bersikap sopan dan hormat kepada Tuhan dan sesamanya. Ia tidak akan bersikap kasar dan sewenang-wenang terhadap sesamanya; ia akan mensyukuri setiap rahmat Tuhan. Inilah ung kapan iman kita pada Tuhan.    

      

Saudara-saudari terkasih.

Roh Kudus memampukan dan memberi kekuatan kepada para murid sehingga mereka tidak ragu lagi. Pengalaman mereka bersama Yesus telah membuat mereka mengenal pribadi Yesus. Pengenalan itu yang menjadi kesaksian mereka. Para murid sudah mengalami hidup dengan Yesus, mendapat banyak hal dari perjumpaan itu dan kini saatnya mereka membagikan pengalaman bersama Yesus itu.  Bersaksi berarti me nyatakan dalam hidup kita keyakinan dan iman kita kepada Yesus. Pengalaman akan kebaikan Tuhan itu yang jadi kesaksian kita. Kita yang telah mengalami kebaikan Tuhan, diminta untuk selalu siap menjadi saksiNya. Dunia membutuhkan kesaksian kita agar semakin banyak orang mengalami kebaikan Tuhan dalam hidup mereka. Untuk menjadi saksi, kita tidak perlu takut karena Roh Kudus telah dicurahkan kepada kita. Inilah yang memampukan kita untuk melangkah dan bersaksi. Bukan saja pada saudara-saudari kita seiman, tetapi juga pada saudara-saudari kita yang berbeda iman. Tuhan tidak meminta perbuatan yang hebat dan besar. Tetapi Ia meminta agar kita selalu menghidupi iman kita.  

Saudara-saudari terkasih.

Pada suatu hari Minggu, kami sekeluarga pergi ke gereja untuk ikut Misa. Kami berempat naik scooter. Dimas di depan, terus saya, lalu Caroline dan baru isteri saya di belakang. Jalan lengang, karena masih jam setengah enam pagi. Malam harinya hujan deras. Jalan becek, berbatu-batu, pinggir jalan berlumpur ditumbuhi rumput. Tiba-tiba muncul truk dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi, belok mendadak. Langsung saya  belok kiri, ke rumput yang tergenang air. Anehnya scooter saya berdiri dengan kokoh. Saya heran, kok bisa?  Bayangkan bila sampai kami jatuh atau tertabrak, habislah kami sekeluarga. Scooter tidak bisa saya dorong, dengan dibantu oleh isteri saya scooter bisa  bergerak. Ternyata ban scooter "mblesek" masuk ke dalam lumpur. Syukur, kami bisa meneruskan ke gereja. Meski dengan sepatu dan celana "kloprot" penuh lumpur. Tuhan melindungi kami sekeluarga, Tuhan menye lamatkan kami sekeluarga. 

REFLEKSI:

Apakah selama ini kita punya pengalaman rohani, yang bisa menjadi kesaksian kita akan kasih Tuhan pada kita?  

MARILAH KITA BERDOA:

Tuhan Yesus, kami mengucap syukur atas pengalaman rohani dan pengalaman iman yang Engkau berikan kepada kami sebagai kesaksian akan kasihMu pada kami sekeluarga. Semoga "pengalaman-pengalaman" kami ini, mendorong kami untuk bersaksi, Ya Yesus... Doa ini kami persembahkan dalam namaMu yang Kudus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

  

  

 

LUMEN NO     :  9406