Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. ... (Yohanes 12: 46)

YESUS MENGUTUS KITA

(Yohanes 17:18-19)

Yang berdasarkan pada Injil Yohanes 17:18-19: Yesus bersabda : ôSama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran"

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus

Dalam bacaan injil pada hari ini kita mendengar Tuhan Yesus berdoa untuk para murid termasuk kita, kata-Nya: "Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran.

Saudara-saudari terkasih,

Dari doa Yesus itu terselip satu hal yang sangat penting, yakni misi Yesus datang ke dunia. Yesus datang ke dunia karena diutus Allah Bapa. Setelah waktu yang ditentukan berakhir, Tuhan Yesus harus kembali ke rumah Bapa di surga. Namun sebelum Yesus kembali ke rumah Bapa, Yesus melakukan hal yang sama, yakni mengutus para rasul, orang-orang pilihan-Nya agar mereka melanjutkan karya Yesus mewartakan Kerajaan Allah. Dengan cara demikian, Kerajaan Allah tetap bergema di dunia dan di dalam hati umat manusia. Sebab Yesus tahu bahwa umat manusia pasti akan menghadapi berbagai serangan dari hal-hal yang jahat, seperti ketakutan, keputusasaan, kepahitan, amarah, kekecewaan, sakit, penyakit dan masalah demi masalah. Dan justru dalam kondisi yang demkian itulah, manusia harus mendapatkan pewartaan tentang Kerajaan Allah. Allah itu ada dan hidup bersama manusia. Tinggal manusia membuka hati dan percaya sepenuhnya kepada Allah.

Saudara-saudari terkasih,

Kita kadang mendengar ungkapan : "untuk apa repot-repot atau mengapa kita mau menyusahkan diri?" Ungkapan ini di satu sisi ada baiknya tetapi di sisi lain ungkapan ini tentu saja tidak tepat bahkan salah besar. Sebab Yesus sendiri adalah pribadi yang mau repot dan mau menyusahkan diri-Nya demi kebaikan dan keselamatan umat manusia. Yesus sesungguhnya sudah hidup dalam kemuliaan dan hidup dalam damai bersama Allah Bapa di surga. Tetapi Tuhan Yesus mau meninggalkan surga yang penuh kedamaian dan sukacita demi menebus umat manusia. Artinya Allah pun mau repot, mau sibuk dan mau menyusahkan diri. Bahkan hidup Yesus sejak lahir sampai wafat-Nya penuh masalah dan rintangan saat mewartakan Allah. Oleh karena itu, Yesus pun sangat mengharapkan agar ada manusia yang mau repot dan mau hidup susah demi kebaikan dan keselamatan sesama. Hal inilah yang dilakukan oleh para anggota dewan paroki, ketua lingkungan, anggota koor, misdinar, prodiakon dan orang-orang yang terlibat di Gereja.

Saudara-saudari terkasih,

Doa Yesus bagi orang-orang yang siap diutus ke dunia berlaku bagi semua umat Kristiani. Sebab sesungguhnya sejak kita dibaptis entah dibaptis sejak bayi, anak, remaja atau dewasa kita semua mengambil bagian dalam tiga tugas Yesus, yakni sebagai imam, nabi dan raja. Pertama, sebagai imam. Tugas seorang imam adalah mempersembahkan korban dan menyucikan manusia. Artinya sebagai imam, kita pun diajak untuk ikut menyucikan dunia dengan cara berdoa dan melakukan pekerjaan kita dengan jujur, adil dan penuh tanggung jawab. Kedua, sebagai nabi. Sebagai nabi kita ikut serta mewartakan Kerajaan Allah dan menyuarakan kebenaran. Dengan demikian, kita hendaknya tidak ikut-ikutan menyebarkan berita hoax, berita bohong, desas-desus atau gosip yang tidak jelas kebenarannya. Ketiga, sebagai raja. Sebagai raja kita perlu meneladani Yesus yang mau melayani. Menjadi pengikut Yesus berarti kita mau dan siap menjadi pelayan dan hamba. Dan Yesus pun mengutus kita untuk menjadi seorang imam, nabi dan raja.

                                                                

REFLEKSI:

Apakah selama ini kita menyadari bahwa Yesus mengutus kita untuk melanjutkan tugas Yesus menyelamatkan umat manusia?

                                                                                                 

MARILAH KITA BERDOA:

Tuhan Yesus Kristus, Engkau datang ke dunia karena diutus oleh Allah Bapa. Demikian pula Engkau telah mengutus para rasul termasuk kami umat-Mu. Kami mohon semoga berkat rahmat-Mu kami terdorong untuk mewartakan Kerajaan Allah kepada sesama di sekeliling kami. Doa ini kami persembahkan dalam nama Yesus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.

 

LUMEN NO     :  9415