Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. ... (Yohanes 12: 46)

HAL BERPUASA

(Matius 9 : 14)

Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-muridMu tidak?”

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Dalam Injil hari ini Yesus memberi jawaban kepada murid Yohanes yang menanyakan mengapa para muridNya tidak berpuasa. Jawaban Yesus sangat tidak terduga.Yesus menjelaskan kepada para murid Yohanes yang bertanya, bahwa puasa mempunyai maksud dan tujuan. Puasa bukan hanya soal kebiasaan atau karena orang lain melakukan. Ada alasan yang mendalam yang membuat mengapa orang berpuasa. Puasa dalam kehidupan kita sangatlah dianjurkan. Salah satu maksud dan tujuan dari puasa adalah supaya kita belajar untuk mengendalikan dan menguasai diri. Puasa yang kita lakukan dengan sungguh, akan membuat kita kuat dan tenang menghadapi aneka macam godaan dalam hidup kita. Bacaan hari ini mengajak kita untuk memberi arti yang lebih dalam pada puasa. Puasa bukan sekedar ikut-ikutan. Puasa diharapkan mendekatkan kita pada Tuhan. Puasa hendaknya menjadi kan kita mampu menguasai kodrat kita dan menjadikan kita lebih ilahi. Kita akui kelemahan insani kita, namun kita pun mohon kekuatan insani.

Saudara-saudari terkasih.

Makanan dan minuman adalah sumber hidup. Tidak makan dan tidak minum, akibatnya bisa sakit dan mati. Karena itu suasana makan dan minum hendaknya penuh syukur dan sukacita. Puasa berarti tidak makan, tidak minum untuk jangka waktu tertentu. Dengan kata lain: berpuasa itu tidak makan dan tidak minum, tetapi saya rela berpuasa, tidak makan dan mimum demi suatu tujuan yang lebih luhur dan mulia, Misalnya: latihan pemguasaan diri, pengendalian badani, pengaturan selera dan nafsu. Puasa diisi dengan lebih mendekatkan diri pada Tuhan, pada peningkatan nilai-nilai rohani dan ilahi. Puasa juga berarti pertobatan. Orang-orang Farisi menyalahgunakan praktek puasa untuk mendapatkan penghormatan dan kekaguman orang. Yesus mengatakan para muridNya tidak berpuasa sebab Ia berada bersama mereka dan Ia menjadi sukacita mereka, Ia menjadi kepenuhan mereka, Ia memenuhi hidup mereka. Maka biarkanlah Allah mengisi kekosongan kita, dan menjadi kosonglah kita agar Roh Allah memenuhi diri dan hidup kita.

Saudara-saudari terkasih.

Bagi Yesus puasa bukan soal makan dan minum melainkan terbangunnya relasi yang mesra dengan Allah. Puasa menolong adalah sarana untuk berjumpa dengan Allah. Relasi dengan Allah perlu dibangun. Pantang dan puasa tidak menentukan keselamatan. Relasi dengan Yesus itulah yang menentukan keselamatan. Kedatangan Yesus ke tengah dunia untuk mengubah cara hidup lama, yang sangat terikat pada hukum dan adat isrtiadat. Perumpamaan yang disampaikan Yesus, tentang penambalan pada kain tua atau anggur baru pada kantong lama, ingin memberikan kritik kepada murid-murid Yohanes yang sangat berpegang pada adat lama. Adat baru dibawa oleh Yesus adalah hidup dalam kasih karunia Allah." Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan." (Mat. 9:13.) Kita adalah murid dan pengikut Yesus, apakah kita setiap hari membangun relasi yang mesra dengan Yesus, dalam doa dan matiraga? Dengan maksud agar berpuasa kita memberikan buah-buah rohani bagi sesama, berbagi kasih dan milik pada orang-orang miskin yang ada di sekitar kita. Tanpa harus disuruh atau diminta.

Saudara-saudari terkasih.

Yesus datang ke dunia membarui segala-galanya, termasuk hal berpuasa. Puasa harus diserahkan dan dipusatkan kepada Yesus. Dalam Yesus dan bersama Yesus umat bergembira dan berpuasa. Yesus adalah sang mempelai yang sudah lama dinanti. Puasa bukan tujuan atau puncak prestasi rohani, yang bisa dibanggakan di hadapan Tuhan. Puasa adalah perbuatan silih terhadap dosa. Puasa dapat mendukung permohonan yang mendesak. Puasa adalah ekspresi murni cinta kepada kehadiran Yesus. Kita yang telah disatukan dalam pembaptisan merupakan kegembiraan dan sukacita yang harus kita sambut dalam setiap detik kehidupan. Apakah hidup kita sebagai murid dan pengikut Yesus, sebagai anggota Gereja; terasa pedih dan tanpa sukacita? Ataukah kita merasakan kehadiranNya yang memberi sukacita pada hidup kita?" Yesus  Anggur Baru harus ditempatkan pada kantong baru, yakni manusia yang telah menerima sakramen baptis.

  

REFLEKSI:

Apakah pantang dan puasa yang kita lakukan sanggup membantu kita untuk mengendalikan  diri dan hidup kita?

  

MARILAH KITA BERDOA:

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami merasa gembira dan bahagia setelah diterima menjadi  pengikutMu dan menjadi anggota GerejaMu. Semoga hati kami menjadi kantong yang baru bagi kedatanganMu dan menjadi berkat bagi orang-orang yang ada di sekitar kami, ya Yesus... Doa ini kami persembahkan dalam namaMu yang Kudus, Tuhan dan Juru Selamat kami. Amin.

  

 

LUMEN NO     :  9457