Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. ... (Yohanes 12: 46)

TUAIAN MEMANG BANYAK

(Matius 9 : 37-38)

Maka kataNya kepada murid-muridNya: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Yesus mengerjakan banyak hal. Ia berjalan berkeliling ke banyak kota untuk pelayanan, untuk menyampaikan sabda Allah, untuk mengajarkan kebaikan, untuk menyembuhkan orang sakit, untuk mengusir roh jahat, dan sebagainya. Banyak jiwa menantikan kehadiranNya dan sapaanNya. Makin hari makin tambah banyak orang-orang yang mengikutiNya, yang membutuhkan pertolongannya, yang minta disembuhkan olehNya. Yesus mulai kewalahan, Yesus menyadari bahwa Ia membutuhkan banyak rekan kerja. Pada masa kini di sekitar kita juga ada banyak orang yang memerlukan sapaan Tuhan Yesus melalui GereNya. Namun Gereja juga akan kewalahan bila jumlah para pelayannya: Imam, Bruder dan Suster saat ini tidak bertambah, namun malah justru berkurang. Gereja saat ini sungguh memerlukan putra dan putrinya ada yang mau memberikan dirinya bagi pelayanan Gereja. Pelayanan Gereja saat ini bukan hanya di sekitar paroki, melainkan melalui berbagai kegiatan yang berkecimpung di lebih banyak bidang kehidupan, termasuk makin peduli terhadap kebutuhan lingkungan sekitar. 

Saudara-saudari terkasih.

Panggilan khusus sebagai Imam, Bruder dan Suster tetap menjadi persoalan hingga saat ini. Dimana-mana ada keluhan bahwa jumlah umat dan para pelayan Gereja tidak seimbang. Akhirnya umat merasa tidak terlayani. Namun kekurangan tersebut bukan hanya kekurangan panggilan khusus, dimana-mana pun kekurangan orang baik, yang mau membaktikan dirinya demi kebahagiaan dan keselamatan banyak orang. Berhadapan dengan situasi demikian, baiklah kita merenungkan kata-kata Tuhan Yesus: "Mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirim pekerja-pekerjanya." Kata-kata Tuhan itu menyiratkan bukan semata-mata menambah pekerja hingga melimpah, melainkan pekerja yang baik, yang suci, yang pilihan Tuhan sendiri, yang bekerja di jalan Tuhan adalah mereka yang dipilih, disiapkan, diperlengkapi dan diutus oleh Tuhan Yesus sendiri.

Saudara-saudari terkasih.

Banyak pekerja tidak berarti pekerjaan akan beres. Namun satu orang yang dipanggil  dapat memiliki dampak dan hasil kerja yang lebih baik daripada banyak pekerja. Kita dapat menemukan ini pada para nabi, rasul, murid dan bahkan seorang bapak atau ibu rumah tangga yang menginspirasi banyak orang. Apakah kita merasa diri kita terpanggil menjalankan kehendak Allah, memperhatikan mereka yang lapar, yang haus, yang telanjang, yang kedinginan, yang kesepian, yang  tersingkir. Dengan menjadi orang Kristen, kita telah menjadi orang yang terpanggil untuk membawa kasih Yesus Kristus kepada mereka. Bersediakah memberi mereka makan, minum, pakaian, tumpangan, pertolongan serta menerima mereka sebagai saudara yang mesti kita perlakukan dengan sebaik-baiknya seperti Yesus Kristus sendiri. Sehingga ketika Tuhan Yesus bertanya kepada kita: "Apakah yang telah kamu lakukan kepada saudara-saudariKu yang lapar, yang haus dan yang telajang?" Apa jawab kita? Kita harus menjawab! Jangan kita malah balik bertanya kepada Yesus: "Kapan kami melihat Engkau lapar, haus atau telajang?"

Saudara-saudari terkasih.

Kita tidak boleh menutup mata terhadap saudara-saudari kita yang menderita. Untuk itu kita bermurah hati, berbagi kasih dan berbagai milik kepada mereka, kita harus merelakan sebagian dari milik kita untuk mereka. Kita harus murah hati seperti Tuhan Yesus sendiri yang murah hati kepada siapa pun orang yang menderita, yang menangis, yang sedih, yang lapar, yang haus, yang telanjang, yang menjadi orang asing. Tetapi kalau kita tidak berbuat kasih apa pun, itu berarti pula tidak kita lakukan terhadap Tuhan Yesus sendiri. Contoh konkrit, di paroki memerlukan penambahan jumlah Prodiakon. Maukah kita dengan rela dan suka hati mendaftar diri sebagai calon Prodiakon? Dewasa ini yang boleh menjadi Prodiakon bukan saja hanya para pria, bapak-bapak; melainkan juga para wanita, ibu-ibu juga boleh menjadi Prodiakones. Menjadi Prodiakon (pria) dan Prodiakones (wanita) dalam Gereja Katolik sangat dibutuhkan pada saat sekarang ini.

REFLEKSI:

Apakah kita telah ikut dalam kegiatan pelayanan Gereja untuk orang-orang yang menderita, yang perlu bantuan kita?

MARILAH KITA BERDOA:

Tuhan Yesus, berkatilah kami dan jadikanlah kami pekerja di kebun anggurmu atau di ladang gandumMu; kami akan setia membantuMu memetik buah anggur dan memanen bulir gandum demi keselamatan kami dan sesama kami serta demi kemuliaan namaMu, ya Yesus... Doa ini kami persembahkan dalam namaMu yang Kudus, Tuhan Tuhan dan  Penyelamat kami. Amin.  

 

LUMEN NO     :  9370