Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. ... (Yohanes 12: 46)

JANGAN TAKUT

(Matius 14:27-28)

Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" Lalu Petrus berseru dan menjawab Yesus: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus

Sesudah memberi makan lima ribu orang, Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air." Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus."

Saudara-saudari terkasih,

Peristiwa Yesus berjalan di atas air merupakan sesuatu yang sangat langka. Rasul Petrus dan para rasul yang lain tentu saja belum pernah melihat manusia yang bisa berjalan di atas air. Maka dalam pikiran para rasul tertanam bahwa tidak akan ada dan tidak akan pernah manusia mampu berjalan di atas air, apalagi di danau atau laut yang airnya dalam dan bergelombang. Oleh karena itu, ketika para rasul melihat sebuah sosok yang mampu berjalan di atas air, para rasul langsung berpikir bahwa sosok itu sudah pasti bukan manusia. Karena sosok yang mampu berjalan di atas air itu, bukan manusia, maka yang paling mungkin sosok itu adalah hantu. Dengan demikian, kita tidak dapat menyalahkan para rasul ketika mereka mengganggap Yesus hantu. Sebab memang hanya hantu yang bisa melayang karena berbentuk roh tanpa jasad. Para rasul tidak mengerti bahwa Yesus lahir dari kuasa Roh Kudus. Selain itu, Yesus adalah Allah yang berkuasa atas alam semesta.

Saudara-saudari terkasih,

Yesus pasti tahu bahwa para murid dilanda ketakutan ketika mereka melihat Yesus berjalan di atas air. Para murid tidak berpikir bahwa yang berjalan di atas air itu adalah Yesus. Oleh karena itu, Tuhan Yesus langsung memperkenalkan diri-Nya dan menenangkan para rasul dengan berkata : Tenanglah, Aku ini jangan takut. Dengan kata lain, Yesus mau mengatakan, hei ini Aku, Yesus. Aku bukan hantu. Aku Yesus, guru kalian. Dengan berkata jangan takut Yesus hendak memberikan ketenangan dan kedamaian bagi manusia. Yesus tidak ingin kita umat Kristiani hidup dalam ketakutan. Ketakutan dapat membuat manusia sulit berkembang. Misalnya, ada orang yang takut gagal. Karena takut mengalami kegagalan orang tersebut hanya melakukan sesuatu yang dia anggap mudah dan dapat dia kerjakan. Hal ini tentu saja tidak salah. Namun sikap takut gagal membuat seseorang tidak dapat bekerja melewati kemampuannya. Padahal, dengan mengandalkan kuasa dan rahmat Allah, kita dapat sukses melampaui keterbatasan dan kekurangan kita.

Saudara-saudari terkasih,

Kita umat Katolik dan Kristen memiliki ketakutan. Misalnya takut mati. Hampir semua manusia takut mati. Kematian menjadi ketakutan terbesar manusia. Karena tidak ada manusia yang mengetahui kehidupan setelah kematian. Kita hanya mendapatkan sedikit gambaran kehidupan setelah kematian melalui ajaran agama. Selain itu, pada umumnya manusia takut hantu atau makhluk halus. Manusia takut kepada hantu atau makhluk halus karena wujudnya yang serem dan menakutkan bisa membuat bulu kuduk merinding. Namun bagi kita semua para pengikut Yesus, sesungguhnya tidak ada sesuatu pun yang perlu kita takutkan. Satu-satunya yang perlu kita takutkan adalah jikalau kita tidak mendapatkan belas kasih dan kemurahan Allah. Kita boleh hidup miskin dan ditolak oleh dunia, tetapi kita tidak boleh kehilangan belas kasih dan kemurahan Allah. Walaupun badan kita hangus terbakar oleh api dan meninggal dengan cara yang yang sadis seperti Yesus, tetapi yang penting kita mendapatkan belas kasih dan kemurahan Allah.  

                                                                

REFLEKSI:

Apakah selama ini kita sering dihantui oleh ketakutan yang tidak beralasan, atau kita sungguh-sungguh percaya kepada Yesus Kristus?

                                                                                                         

MARILAH KITA BERDOA:

Tuhan Yesus Kristus, Engkau mengetahui bahwa kami sering dilanda oleh berbagai ketakutan. Curahkanlah rahmat-Mu agar kami semakin percaya teguh bahwa Engkau selalu ada bersama kami. Bersama Engkau kami tidak perlu takut. Sebab dunia ini dan seluruh isinya berada di bawah kuasaMu. Doa ini kami persembahkan dalam namaMu, Tuhan dan pengantara kami. Amin.

 

LUMEN NO     :  9498