Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. ... (Yohanes 12: 46)

MENGUJI IMAN

(Matius 15:27.28a)

Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya." Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki."

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus

Bacaan injil pada hari ini menceritakan seorang perempuan Kanaan yang datang kepada Yesus dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita." Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak." Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku." Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya." Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Saudara-saudari terkasih,

Jikalalu kita membaca perikop injil hari ini secara seksama, kita menemukan dua hal yang mengganjal hati dan pikiran kita. Pertama, Yesus menyebut diri-Nya bahwa Dia hanya diutus kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Dengan kata lain, Yesus seakan-akan membatasi diri-Nya hanya untuk menolong orang-orang Israel. Karena itu, ayat ini sering dipakai umat dari agama lain untuk menyerang kita, bahwa Yesus tidak diutus kepada semua bangsa tetapi hanya untuk orang Israel saja. Tentu saja pandangan ini sangat keliru. Perkataan Yesus bahwa Dia hanya diutus kepada orang Israel, harus kita lihat dalam konteks berpikir orang-orang Israel dan penulis injil Matius. Penulis injil Matius adalah seorang Yahudi dari bangsa Israel, maka penulis injil lebih menekankan kepentingan bangsanya. Namun kalau kita membaca injil Matius bab dua puluh lima tentang penghakiman terakhir, kita menemukan bahwa Matius menulis injilnya bagi semua bangsa.

Saudara-saudari terkasih,

Hal kedua yang mengganjal hati dan pikiran kita dari perkataan Yesus dalam injil hari ini adalah sebutan anjing. Mungkin banyak orang berpikir perkataan Yesus ini sangat lain dari biasanya dan terkesan merendahkan. Namun lagi-lagi kita harus memahami perkataan Yesus dalam situasi kehidupan orang Israel. Orang Israel adalah bangsa pilihan Allah, bangsa yang kudus. Sebagai bangsa pilihan, orang-orang Israel merasa diri mereka lebih tinggi dan lebih baik dari bangsa lain. Karena itu, sebutan anjing bukan untuk merendahkan tetapi untuk membedakan orang Israel dengan bangsa lain di luar bangsa Israel. Dan kalau kita melihat teks aslinya, kata yang dipakai oleh Yesus dalam bahasa Yunani adalah KUNARION. Kunarion artinya anjing rumah, anjing peliharaan dan bukan anjing liar. Anjing rumah atau anjing peliharaan adalah binatang yang disayangi. Bahkan banyak orang memperlakukan anjing yang mereka pelihara layaknya manusia. Dengan demikian sebutan anjing bukan hanya sebagai pembeda tetapi untuk menunjukkan kedekatan.

Saudara-saudari terkasih,

Lebih daripada itu semua, bacaan injil hari ini sebenarnya bertujuan untuk menguji iman perempuan Kanaan yang dianggap rendah dan berdosa oleh orang Israel. Kita dapat melihat bahwa perempuan Kanaan itu dinyatakan lulus ujian iman oleh Yesus. Tuhan Yesus pun berkata: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Seketika itu juga anaknya sembuh. Dari sini kita belajar bahwa ujian iman bagi kita umat beriman sungguh-sungguh berat. Setiap hari kita dapat melihat dan merasakan bagaimana iman kita diuji secara terus-menerus. Dan ujian iman ini akan kita alami selama kita masih bernapas. Bisa jadi hari ini kita lulus ujian iman karena kita menolak untuk berbuat jahat dan berani melawan hal-hal yang tidak sesuai dengan ajaran Yesus. Tetapi bagaimana dengan hari esok dan selanjutnya tidak ada yang tahu. Bahkan pada saat sakratul maut, iman kita masih diuji. Oleh karena itu, kita tetap waspada dan tidak terlena oleh hal-hal dunia yang dapat membuat iman kita goyah dan menjauhkan kita dari Allah.

                                                                

REFLEKSI:

Apakah selama ini kita sudah menyadari bahwa setiap hari kita menghadapi ujian iman yang akan membawa kita menuju hidup kekal?

                                                                                                         

MARILAH KITA BERDOA:

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghendaki kami untuk tidak mudah putus asa dalam menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan hidup. Kami juga menyadari bahwa ujian terhadap iman kami makin berat dari waktu ke waktu. Tetapi kami percaya kasih dan rahmat-Mu selalu menyertai kami. Doa ini kami persembahkan dalam nama Yesus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.

 

LUMEN NO     :  9499