Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. ... (Yohanes 12: 46)

MATI DAN MENJADI PELAYAN

(Yohanes 12:24)

Yesus bersabda : ďAku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah."

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus

Dalam bacaan injil pada hari ini, Yesus berbicara terbuka dan berani mengungkapkan tujuan kedatangan-Nya ke dunia, dengan bersabda : "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa. Dan apa yang Yesus sampaikan ini terjadi sesaat setelah Yesus masuk kota Yerusalem dan dielu-elu oleh penduduk kota Yerusalem. Saat itu orang-orang Yerusalem mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Yesus sambil berseru-seru: "Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel.

Saudara-saudari terkasih,

Pada waktu Yesus masuk kota Yerusalem dan mendapatkan sambutan yang sangat meriah dari penduduk kota itu pasti saja membuat para murid Yesus merasa bersuka cita dan bergembira. Sebab Yesus guru mereka mendapatkan sesuatu yang sangat langka. Saat itu, di Israel ada banyak guru atau rabbi seperti Yesus. Meski demikian, dalam hal ketenaran dan kecintaan dari masyarakat, Yesus menempati posisi teratas. Namun orang-orang Israel termasuk penduduk kota Yerusalem dan para murid Yesus kurang menyadari dan memahami bahwa Yesus bukanlah pribadi, tokoh, guru atau pemimpin atau haus akan kekuasaan, pujian, kehormatan, pangkat dan kekayaan. Yesus tidak membutuhkan itu semua. Hal ini sangat berbeda dengan sifat umum manusia yang senang dipuji, disanjung dan dihormati. Oleh karena itu, kita melihat di Gereja ada umat yang ngambek, tersinggung atau sakit hati karena merasa apa yang mereka lakukan tak dihargai atau disepelekan.

Saudara-saudari terkasih,

Dalam situasi yang benar-benar meriah, ramai dan penuh kegembiraan, Yesus justru berbicara sesuatu yang sebaliknya dan sangat bertentangan. Yesus rupanya tidak mau ikut-ikutan atau larut dalam kegembiraan dan suka cita sampai lupa akan tujuan utama dari kedatangan-Nya ke dunia. Oleh karena itu, dalam situasi demikian Yesus berbicara tentang dua hal. Pertama, Yesus berbicara mengenai biji gandum. Satu biji gandum tidak akan bertambah, bertumbuh dan berbuah jikalau ia tidak mati. Dengan berbicara tentang biji gandum yang harus mati supaya dapat berbuah, secara tidak langsung Tuhan Yesus berbicara mengenai diri-Nya. Hidup Yesus ibarat biji gandum yang akan mati. Kematian Yesus adalah cara untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa. Dan secara tidak langsung juga Yesus mau berbicara kepada para rasul dan kita para pengikut Yesus yang hidup di zaman yang serba mewah dan canggih ini, bahwa kematian tetap menjadi jalan menuju hidup kekal. Kematian juga berarti bahwa kita harus berani menolak dan melawan dosa.

Saudara-saudari terkasih,

Hal kedua yang ditekankan Yesus ketika para murid dilanda oleh suasana yang gegap gempita dan penuh sanjungan adalah menjadi seorang pelayan. Para murid Yesus termasuk kita umat Katolik dan Kristen adalah pelayan-pelayan Yesus. Namun untuk menjadi seorang pelayan bukanlah sesuatu yang mudah. Pelayan pada zaman Yesus sampai sekarang adalah orang-orang yang siap melakukan apa saja. Dan kebahagiaan seorang pelayan terjadi ketika tuan atau orang yang dia layani merasa puas dan bahagia. Oleh karena itu, seorang pelayan harus siap untuk tidak dihargai, tidak dihormati atau disepelekan oleh orang lain termasuk orang yang dilayaninya. Selain itu, seorang pelayan tidak mencari kesenangan dan kegembiraan untuk dirinya. Dengan kata lain, seorang pelayan adalah orang yang sudah mati terhadap dirinya sendiri. Maka kalau kita sebagai pelayan di Gereja atau di keluarga tetapi masih mudah tersinggung, kecewa atau marah; itu berarti kita belum sungguh-sungguh menjadi pelayan seperti yang diharapkan Yesus.

                                                                

REFLEKSI:

Apakah selama ini kita sudah menyadari bahwa kita harus berani mati dan menjadi pelayan demi memperoleh hidup yang kekal?

                                                                                                         

MARILAH KITA BERDOA:

Tuhan Yesus Kristus, Engkau bersabda : "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Bantulah kami supaya berani mati dengan menolak dan melawan segala dosa. Doa ini kami persembahkan dalam nama Yesus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.

 

LUMEN NO     :  9501