Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. ... (Yohanes 12: 46)

SIAPAKAH YESUS?

(Matius 16:14-15)

Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka: Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus

Bacaan injil hari ini menceritakan bahwa setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

Saudara-saudari terkasih,

Tuhan Yesus mempergunakan dua jenis pertanyaan. Pertama, pertanyaan yang bersifat umum dan terbuka. Lewat pertanyaan yang umum dan terbuka itu Yesus mau mendengar apa yang orang-orang pahami dan ketahui tentang diri Yesus dengan bertanya, kata orang, siapakah anak Manusia itu? Dan ternyata jawabannya bermacam-macam, yakni Yesus dianggap sebagai Yohanes Pemandi, Elia, Yeremia atau salah seorang nabi. Dengan kata lain, orang banyak di luar kedua belas rasul melihat dan memahami Yesus sebagai nabi. Hal ini tidak salah karena Yesus memang seorang nabi. Yesus datang ke dunia untuk mewartakan Allah sama seperti nabi-nabi yang diutus Allah sebelum Yesus. Tetapi orang banyak itu lupa dan tidak teliti bahwa Yesus melakukan banyak keajaiban dan berbagai mukjizat melebih para nabi yang hidup sebelum Yesus. Oleh karena itu, Yesus sesungguhnya lebih dari sekedar nabi dan melebihi nabi-nabi besar dari masa ke masa.

Saudara-saudari terkasih,

Setelah Yesus mendengar perkataan orang banyak tentang diriNya,Yesus mengajukan pertanyaan kedua yang bersifat khusus. Pertanyaan kedua yang Yesus ajukan bersifat khusus karena yang menjawab adalah kedua belas rasul. Sejatinya, dalam pertanyaan pertama yang bersifat umum dan terbuka bisa salah, keliru atau kurang tepat. Sebab orang banyak itu tidak setiap hari ada bersama Yesus. Dengan demikian, pengenalan orang banyak itu tentang siapa Yesus sangat kecil dan terbatas. Lain halnya dengan kedua belas rasul. Kedua belas rasul hampir setiap hari ada bersama Yesus. Kedua belas rasul itu melihat langsung apa yang Yesus lakukan dan mendengar sendiri apa yang Yesus ajarkan, entah ajaran itu ditujukan kepada orang banyak maupun ajaran yang dikhususkan kepada mereka. Oleh karena itu, sungguh layak kalau Yesus mengharapkan jawaban yang berbeda alias sebuah jawaban yang benar seperti yang Yesus harapkan. Dan ternyata apa yang Yesus harapkan terjadi. Petrus menjawab pertanyaan Yesus dengan baik dan benar.

Saudara-saudari terkasih,

Dari segi manusiawi, faktor kedekatan menjadi hal yang utama mengapa Petrus bisa menjawab pertanyaan Yesus dengan baik dan benar. Kalau kita membaca seluruh injil, kita dapat menemukan bahwa ada kelompok kecil dalam lingkaran kedua belas rasul. Memang dalam banyak kesempatan Yesus selalu bekerja mewartakan Kerajaan Allah bersama kedua belas rasul-Nya. Namun dalam beberapa peristiwa yang sangat istimewa seperti Yesus berubah rupa di atas gunung Tabor, Yesus hanya membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes. Artinya pada kesempatan tertentu Yesus hanya memperbolehkan ketika murid itu melihat dan mengetahui lebih dalam tentang siapa Yesus itu yang sesungguhnya. Maka tidak mengherankan jika Petrus mampu menjawab pertanyaan Yesus. Bahkan Yesus memuji jawaban dari Petrus. Sedangkan dari segi rohani, Petrus dapat menjawab pertanyaan Yesus semata-mata karena rahmat Allah. Itu berarti ada rahmat Allah dalam diri Petrus, sehingga mampu menjawab pertanyaan Yesus dengan benar.

  

REFLEKSI:

Apakah selama ini kita sudah mengenal dengan baik dan benar siapa Yesus yang sesungguhnya bagi kita dalam kehidupan sehari-hari?

                                                                                                         

MARILAH KITA BERDOA:

Tuhan Yesus Kristus, Engkau mengajukan pertanyaan kepada para rasul-Mu untuk mengetahui sejauh mana mereka mengenal Engkau sebagai Mesias yang diutus Allah. Curahkanlah kuasa Roh Kudus-Mu untuk menolong kami mengenal Engkau dan mendorong kami semakin mencintai-Mu. Doa ini kami persembahkan dalam nama-Mu, Tuhan dan pengantara kami. Amin.

 

LUMEN NO     :  9500