Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. ... (Yohanes 12: 46)

MENJADI ANAK-ANAK ALLAH

(Mrk 10:14b-15)

”Biarkanlah anak-anak ini datang kepadaKu, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barang siapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.”

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Saudara-saudari terkasih dalam Yesus Kristus,

Anda dan saya adalah anak-anak Allah karena kita menyebut Allah itu sebagai Bapa. Sebutan itu diajarkan oleh Tuhan Yesus melalui praktek doanya, dan secara istimewa ketika Ia mengajar para muridNya tentang doa. Kalau engkau berdoa katakanlah: Bapa kami yang ada di surga, dikuduskanlah namaMu.....Jadi hanya seorang anaklah yang menyebut seseorang sebagai Bapa. Dari pihak anak, mereka percaya kepada Bapanya, karena Bapanyalah yang akan merawatnya, memberikan perlindungan dan menjaganya. Dari pihak Bapa, Ia akan mengasihi anaknya dan akan memenuhi segala keperluan anaknya. Ketika anak-anak itu datang kepadaNya, dan para murid berusaha menghalanginya, Tuhan marah. Ia mengingatkan kepada para murid bahwa mereka harus memiliki sifat-sifat seorang anak. Anak-anak itu datang kepadaNya tanpa banyak pertanyaan, mereka tidak kuatir bahwa mereka akan mengganggu pelayanan yang sedang dikerjakan Yesus. Tuhan Yesus mau agar para murid tahu, menjadi muridNya berarti juga memiliki watak seorang anak. Anak itu percaya selalu, menantikan yang baik selalu, dan ingin dikasihi selalu. Dan inilah tindakan Yesus yang diperlihatkan kepda para muridNya: "Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tanganNya atas mereka Ia memberkati mereka."

Saudara-saudari terkasih,

Kita sudah percaya kepada Tuhan Yesus, dan oleh rahmat baptis kita telah menjadi anggota gereja. Baptis menjadikan kita bagian dari keluarga Allah. Oleh baptis kita disebut anak-anak Allah. Jadi menjadi orang kristen berarti menjadi anak Allah. Karena itu kita menjadikan Allah sebagai Bapa kita, dan kepadaNya kita meletakkan seluruh harapan dan masa depan kita. Kita percaya bahwa Bapa yang diwartakan oleh Yesus Kristus adalah Allah yang maharahim, Allah yang mahabaik dan Allah yang mahabijaksana. Kalau kita mengimani Allah sebagai Bapa, sudah sepantasnya kita berseru kepadaNya ketika kita mengalami kesusahan dalam hidup kita. Kalau kita percaya bahwa Allah adalah Bapa kita, tidak ada pilihan lain kecuali menantikan rahmat dan berkatNya setiap pagi untuk menjalani hidup kita setiap hari. Kalau kita meyakini bahwa Allah adalah Bapa yang mahabaik, kita berusaha untuk berkomunikasi dengannya dan berbagi hati dengan Dia dalam suka dan duka hidup kita. Seperti seorang anak - dalam keadaan apapun - tidak ragu meminta yang dibutuhkannya kepada Bapa yang pasti memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya.

Saudara-saudari terkasih,

Setiap kali merenungkan bagian Injil ini, aku selalu teringat pada orang kudus yang kuidolakan. Beliau adalah santa Teresia dari Kanak-kanak Yesus. Beliau menegaskan bahwa panggilannya adalah Kasih. Dalam sebuah puisi tulisannya, Teresia menulis begini: Yesus cintaKu / akhirnya saya menemukan panggilan saya./ Panggilan saya adalah cinta./ Saya menemukan temnpat saya di dalam gereja/ Engkaulah yang memberi tempat saya ya Allah.// Cinta yang dimaksud oleh Teresia adalah penghayatannya dan ajarannya bagaimana harus mengasihi Allah sebagai Bapa dengan gaya seorang anak. Bagi santa Teresia menjadi seorang anak Allah, kita harus memiliki kerendahan hati. Kerendahan hati  adalah sikap dan kesadaran bahwa kita tidak mempunyai apa-apa, dan bahwa segala sesuatu datang dari Allah. Menjadi seorang anak berarti juga percaya kepada Allah sebagai Bapa. Ia mengandalkan Allah yang memiliki kasih sayang yang agung, sehingga tidak ada keraguan sedikitpun untuk tidak mempercayakan hidupnya kepada Allah. Seorang anak adalah pribadi yang sederhana. Sedemikian sederhananya Teresia, ia mengungkapkan bahwa ia ingin digendong oleh Yesus dan menikmati kenyamanan itu. Ia mengharapkan Allah memenuhi permintaannya, menjadi kudus melalui pekerjaan-pekerjaan yang kecil dan sederhana. Bahkan ketika berdoa, ia tertidur, dan ia mengatakan betapa bahagianya bersandar pada bahu Bapanya. Dalam penghayatannya sebagai seorang anak, ia menjadi contoh dan teladan untuk kita, agar bersikap jujur, tulus dan apa adanya di hadapan Allah, tanpa kepura-puraan dan kemunafikan. Itulah anak-anak yang disebut Yesus: "sebab merekalah yang empunya Kerajaan Allah."

Saudara-saudari terkasih,

Sekarang ini kita adalah anak-anak Allah. Persoalannya dan mari bertanya diri, apakah aku sudah menjadi anak-anak Allah? Anak Allah itu sebutan untuk orang yang telah dibaptis dan percaya kepada Yesus sebagai Juruselamatnya, tetapi "menjadi Anak Allah" adalah perjuangan seumur hidup dan tidak mengenal batas waktu. Menjadi anak Allah berarti tanpa ragu-ragu dan kecemasan mau datang kepada Yesus. Datang kepada Yesus dengan segala keberadaan kita.  Datang kepadaNya dengan kejujuran, ketulusan dan kesederhanaan. Seorang anak mempercayakan diri seutuhnya pada bimbingan Allah, sebab Dia mengenalnya sebagai Bapa. Dia adalah  Bapa yang tidak akan memberikan batu, jika anaknya meminta roti, Dia adalah Allah yang memahami kebutuhan anak-anak dan memberikannya pada waktunya, bahkan kalau anak itu belum memintanya. Kita terkadang justeru "mendikte" Allah untuk memenuhi keinginan-keinginan kita. Dan ternyata ada orang beriman yang "mutung" alias "ngambek" jika doanya tidak segera dikabulkan. Saya yakin bukan anda orang itu. Dan marilah memiliki sifat-sifat "keanakan rohani" seorang beriman yang mengandalkan Tuhan saja.

  

Refleksi :

Apakah aku dalam hidupku sudah mengandalkan Allah seperti seorang anak kecil? Apakah aku berlaku jujur, tulus dan penuh pengharapan kepada Allah?

Marilah kita berdoa:

Ya Bapa, kami membutuhkan Engkau setiap hari, setiap minggu, setiap bulan dan sepanjang hidup kami. Bentuklah jiwa kami untuk berserah diri selalu kepadaMu, juga jika segala harapan sepertinya sudah tiada. Kami percaya hanya padaMu ya Bapa. Doa ini kami panjatkan dalam nama Yesus, Tuhan dan Penyelamat kami. Amin.

 

LUMEN NO     :  9425